Simpanan Masa Depan


Setiap hari setiap individu mempunyai kebutuhan mendasar dalam hal memenuhi kebutuhan hidup mereka yaitu terkait dengan konsumsi, kesehatan, pendidikan, sandang, maupun hal-hal penunjang lainnya. Tidak dapat dipungkiri, dalam hal pemenuhan kebutuhan tersebut diperlukan Uang sebagai media sperantara jual beli antara pembeli dan penjual. Kebutuhan akan Uang secara singkas dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu kebutuhan Uang untuk sekarang (present day) dan kebutuhan Uang untuk masa depan (future day).

Kedua macam kebutuhan tersebut memerlukan perencanaan yang matang, atau sering disebut perencanaan keuangan (financial plan). Financial Plan sering diidentikan dengan perencanaan kebutuhan individu/kelompok secara komprehensif berdasarkan kebutuhan harian (present needs) dan kebutuhan yang akan dating (future needs). Ada beberapa komponen penting dalam hal perencanaan keuangan, yaitu Savings and Investment (Tabungan dan Investasi).

Pertanyaan yang sering muncul dibenak kita adalah, bagaimana cara membagi kebutuhan secara tepat, terutama dalam hal mengatur pengeluaran dan kebutuhan akan simpanan.  Secara teori menabung itu adalah menyisihkan sebagian pendapatan untuk diinvestasikan atau disimpan dalam berbagai portofolio, jadi menabung harus dilakukan diawal atau pada saat kita mendapatkan gaji atau upah agar bisa disiplin dan teratur, karena poin utama dalam hal menabung adalah kedisiplinan.

Dalam hal menabung perlu diketahui juga beberapa tipe tabungan yang ditawarkan oleh perbankan, beberapa diantaranya adalah jenis tabungan regular, tabungan berjangka, serta jenis tabungan investasi. Perlu diketahui menabung di bank adalah pilihan yang paling aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS menjamin simpanan nasabah di sebuah bank maksimum dengan nominal 2 Milyar atau sesuai dengan bunga penjaminan LPS yaitu sebesar 5.5%, jadi sepanjang dana nasabah yang disimpan di satu bank tidak melebihi dari 2 Milyar ATAU tidak melebihi suku bunga penjaminan LPS, walaupun Bank yang bersangkutan dinyatakan bangkrut, dana nasabah tetap aman dan akan dikembalikan sesuai prosedur yang berlaku. Namun walaupun dinyatakan bangkrut, Bank tersebut juga tetap berkewajiban melunasi hutangnya kepada nasabah melalui aset-aset yang dimiliki oleh bank tersebut.

Baru sebagian kecil dari masyarakat Indonesia yang memiliki simpanan di Bank, data dari Bank Indonesia menyebutkan hanya sekitar ± 40 juta jiwa yang memiliki simpanan, dan kebanyakan berdomisili di kota besar atau kabupaten. Dari data tersebut hanya sekitar kurang dari 25% penduduk Indonesia yang memiliki tabungan. Sangat disayangkan, masih banyak penduduk Indonesia yang belum melek akan perlunya Bank sebagai media untuk penyimpanan Uang. Ada banyak faktor yang mengakibatkan hal tersebut, diantaranya adalah budaya menabung yang tidak ditanamkankan sejak dini, serta kurangnya akses Bank kedaerah terpencil.

Selain hal tersebut diatas, simpanan di Bank masih dianggap mahal oleh sebagian besar penduduk Indonesia, setoran awal yang sangat memberatkan, dan biaya administrasi bulanan yang tinggi menjadikan kurangnya niat masyarakat untuk memulai menabung. Pemerintah dalam hal ini sudah menggalakan budaya menabung dengan memperkenalkan jenis simpanan bernama TabunganKu.

Herry A Pradana, SE

Peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Kalsel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s