Kunjungan Rombongan Duta Besar Republik Afrika Selatan


Kalimantan Selatan mendapat kehormatan untuk menerima kunjungan dari rombongan Duta Besar Republik Afrika Selatan selama 3 hari sejak tanggal 13 september – 15 september 2011. Rombongan ini dipimpin langsung oleh Duta Besar Republik Afrika Selatan Dr. Noel Lehoko, First Secretary Mr. Yeong Tek Chung, dan Information Officer Ms. Imas Coton. Kunjungan Duta Besar Republik Afrika Selatan ini merupakan kunjungan resmi pertama Beliau ke Kalimantan Selatan setelah mendapat mandat dari Parlemen Afrika Selatan untuk membuka peluang kerja sama dengan sister country di Asia, salah satunya Indonesia, melalui kerjasama transfer pengetahuan, teknologi dan peluang berinvestasi. Hari pertama Kunjungan dari Rombongan Duta Besar diterima oleh Bp. Mukhlis Gafuri selaku Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Wasaka Kantor Gubernur, dilanjutkan dihari yang sama mengunjungi tempat penggosokan intan dan toko permata di Martapura dan diakhiri dengan Audiensi dan acara makan siang di Aula Sultan Adam Martapura dengan Bp Pangeran H. Khairul Saleh selaku Bupati Kabupaten Banjar.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar menyatakan ketertarikan beliau untuk menjalin kerjasama dalam hal transfer teknologi dan membuka peluang investasi di Kalimantan Selatan. Hal ini dilatar belakangi oleh potensi yang sangat besar dari sumber daya alam Kalimantan Selatan dan perkembangan ekonomi daerah yang sangat bagus beberapa tahun belakangan. Kemiripan produksi sumber daya alam Kalimantan Selatan dengan Afrika Selatan juga menjadi salah satu daya tarik Investasi bagi pengusaha dari Afrika Selatan untuk menanamkan modalnya disini. Produksi Batu Mulia berupa intan serta potensi tambang seperti Batubara menjadikan magnet bagi para investor untuk berinvestasi.

Hari Kedua kunjungan Beliau di Kalimantan Selatan, Beliau beserta rombongan diterima oleh Civitas Akademika Universitas Lambung Mangkurat untuk melakukan dialog singkat mengenai potensi alam Kalimatan Selatan, Pertumbuhan Ekonomi, serta peluang Pertukaran Teknologi dan Mahasiswa ke Afrika Selatan. Dialog berlangsung menarik dengan beberapa Civitas Akademika dari Unlam dan IAIN Antasari memaparkan pandangan mengenai kondisi masyarakat di Kalimantan selatan dari sisi kemajemukan budaya serta kegiatan ekonomi masyarakat. Bapak Duta Besar di lain pihak juga menjelaskan ketertarikan beliau dengan kondisi masyarakat di Kalimantan Selatan yang memiliki banyak kemiripan dengan masyarakat di Afrika Selatan dari segi populasi Muslim yang cukup banyak serta kegiatan ekonomi masyarakat yang banyak bergantung pada sumber daya alam.

Setelah melakukan dialog dengan civitas akademik Unlam, Kegiatan berlanjut dengan Kunjungan ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan diterima langsung oleh Bp. H. Alijansyah sebagai Ketua Kadin beserta pengurus teras Kadin. Dalam kesempatan itu, Ketua Kadin beserta tim memaparkan data mengenai Kalimantan Selatan dalam hal data potensi industri di Kalimantan selatan (pertambangan, perikanan, pertanian dan kehutanan). selain itu dalam pemaparannya, Ketua Kadin juga menitikberatkan pada industry kehutanan dimana sedang digalakkan produksi hasil hutan yang efektif dan efisien serta marketable dengan cara perencanaan pembangunan infrastruktur daerah. Selain hal tersebut, Industri Pariwisata juga menjadi salah satu poin diskusi, dimana sebagai wilayah di pesisir, industri Pariwisata apabila dikelola dengan serius, infrastruktur lengkap, sarana dan prasarana yang memadai serta informasi yang lengkap pada brosur, cd dan website mengenai Pariwisata di Kalimantan Selatan, tentunya akan banyak menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk mendatangi yang pada akhirnya akan menjadi pemasukan daerah dan meningkatkan perekonomian rakyat sekitar. Kunjungan ke Kadin ini merupakan agenda penting dari seluruh kegiatan dari Rombongan Duta Besar Afrika Selatan, karena dengan peran serta Kadin dalam menggerakan dan mengakomodir pengusaha local akan tercipta sinergi yang bagus dari kebutuhan investasi, pelaku investasi serta peluang kerjasama dengan daerah lain untuk menciptakan perekonomian yang tangguh untuk bisa bersaing dengan Negara lain.

Herry A Pradana, SE – Peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

– Penulis juga sebagai pendamping dan penerjemah dari Rombongan Duta Besar Republik Afrika Selatan selama di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s