Zakat….Potensi besar yang kerap terlupakan


Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menyimpan potensi tersembunyi dari Zakat yang sangat besar. Berdasarkan hasil penelitian oleh IPB bekerjasama dengan BAZNAZ mengenai potensi Zakat di Indonesia, tercatat tidak kurang dari 217 triliun potensi besaran nominal dari Zakat yang dapat terkumpul setiap tahunnya. Adapun potensi tersebut didapat dari 3 pengelompokan potensi sumber Zakat; potensi Zakat rumah tangga, potensi Zakat industri menengah dan besar, serta Zakat BUMN dan potensi Zakat dari tabungan secara nasional. Besaran Zakat yang dikeluarkan untuk rumah tangga secara nasional mencapai angka 82.7 triliun, sedangkan industri menyumbang sekitar 114.89 triliun (industri pengolahan, BUMN dan industri lainnya). Untuk potensi Zakat dari tabungan, dihitung dari jumlah tabungan yang telah mencapai nishab-nya yaitu mencapai angka 17 triliun. Khusus untuk potensi Zakat industri, besaran penerimaan Zakat dihitung dari laba bersih, belum termasuk piutang usaha dan utang jatuh tempo perusahaan yang dikelompokkan sebagai pengurang Zakat, sehingga besaran Zakat industri adalah Zakat minimal yang dapat dihasilkan. Tingginya potensi Zakat terhadap PDB merupakan bukti bahwa Zakat dapat dijadikan sebagai instruman dalam menggerakan perekonomian nasional, khususnya dalam hal pengurangan angka kemiskinan.
Salah satu indikator perekonomian sebuah negara adalah besaran Produk Domestik Bruto (PDB). PDB adalah nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Dengan definisi tersebut, dapat diasumsikan jika Indonesia dengan mayoritas beragama Islam dapat menyumbang minimal 2.5% dari PDB, maka besaran nominal yang dapat dikumpulkan untuk dapat disalurkan kepada mereka yang berhak menerima Zakat menjadi sangat besar. Namun demikian fakta dilapangan menunjukan hal yang berbeda, belum ada satupun negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam yang mampu mengumpulkan Zakat hingga 2.5% dari total PDB negara-negara tersebut. Di Indonesia, pada tahun 2012 BAZNAZ berhasil menghimpun dana Zakat sebesar 2.3 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.7 triliun, fakta ini menggambarkan bahwa potensi Zakat di Indonesia belum tergali dan dimanfaatkan secara optimal.
Ada beberapa kendala yang dihadapi pemerintah dalam hal pengelolaan Zakat, seperti manajemen pengelolaan, masalah regulasi serta budaya masyarakat itu sendiri. Dengan pengelolaan dan manajemen yang tepat, Zakat diharapkan dapat membantu perekonomian, terutama dalam hal mengurangi angka kemiskinan. Ada banyak pemikiran mengenai bagaimana Zakat seharusnya disalurkan kepada yang berhak sesuai ketentuan yang diatur dalam Islam, beberapa diantaranya yang paling popular adalah sebagai dana bantuan dalam hal jaminan kesehatan, pelayanan pendidikan, bantuan untuk korban bencana dan program kesejahteraan masyarakat lainnya.
Budaya masyarakat di Indonesia juga menjadi salah satu hal yang menghambat optimalisasi potensi Zakat karena masyarakat lebih senang membagikan secara langsung. Secara terori maupun praktek hal ini tentu tidak keliru, namun apabila Zakat dibagikan tanpa pengelolaan dan manajemen yang tepat, maka pemanfaatannya pun tidak akan optimal sehingga tidak mempunyai kekuatan untuk mengangkat derajat para penerima Zakat serta dampak yang dihasilkan menjadi sangat minim dalam hal mengurangi angka kemiskinan. Pemberian Zakat secara langsung juga kerap kali menimbulkan kontroversi karena seringkali mengakibatkan timbulnya korban dalam prakteknya, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya jumlah calon penerima Zakat yang pingsan, cidera, bahkan meninggal dunia pada saat pembagian Zakat secara langsung.
Pemerintah dalam hal ini harus segera bertindak cepat untuk melakukan langkah-langkah strategis guna mengoptimalkan potensi besar Zakat yang kerap kali terabaikan. Posisi Zakat harus diperkuat eksistensinya dari aspek regulasi, SDM, sarana dan prasarana termasuk sosialisasi Zakat yang terus menerus. Zakat juga harus memiliki posisi yang kuat secara hukum dan politik serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah dalam hal alokasi anggaran, penerapan kebijakan Zakat sebagai faktor pengurang pajak dan kemudahan dalam hal membayar Zakat serta pemutakhiran data penerima Zakat yang berhak.
Selain itu, Kebijakan perekonomian pemerintah juga harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan Zakat sebagai potensi ekonomi yang belum tergali secara optimal. Kebijakan Zakat sebagai faktor pengurang pajak menjadi penting peranannya sebagai stimulus fiskal bagi pemerintah. Kebijakan stimulus fiskal ini sudah lazim berlaku dinegara-negara lain seperti di Eropa dan Amerika yang menerapkan donasi sosial sebagai faktor pengurang pajak, di Malaysia dan Brunei yang menggunakan Zakat sebagai faktor pengurang pajak. Dampak yang dihasilkan pun cukup signifikan dari sisi penerimaan pajak dan Zakat.
Regulasi penguatan kelembagaan juga menjadi isu yang tidak kalah penting dalam rangka optimalisasi Zakat dalam perekonomian. Kelembagaan Zakat seperti BAZNAZ sudah seharusnya menjadi bidang prioritas, misalnya dengan memberikan peran strategis sebagai koordinator lembaga Zakat lainnya dan penguatan sinergi antara lembaga Zakat dan otoritas fiskal. Dengan adanya sinergi antara kedua lembaga tersebut akan berdampak luas dalam penyusunan anggaran dimana Zakat sudah terintegrasi kedalam tatanan kelembagaan dan kegiatan masing-masing kementerian, sehingga pemanfaatan dana yang tersedia untuk program pengentasan kemiskinan menjadi lebih terarah.
Dari aspek operasional Zakat, harus dicermati dalam hal mekanisme penghimpunan dan pendayagunaan Zakat. Dengan dukungan perencanaan serta program dan kegiatana yang jelas diharapkan Zakat akan memiliki peran strategis dan vital terhadap perkembangan perekonomian negara dan umat. Zakat diharapkan bukan hanya sekedar transfer kekayaan, sehingga kurang manfaatnya bagi para penerima Zakat, lebih dari itu, potensi Zakat sebagai pendorong PDB sebagai komponen konsumsi rumah tangga yang akan berpengaruh pada perekonomian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s