Roadmap Sistim Inovasi Daerah Kalsel


Kebijakan Pengembangan Agroindustri di Kalimantan Selatan Dalam Rangka Mendorong Perekonomian Daerah

Kondisi Sistem Inovasi Daerah terkait dengan kerangka kebijakan inovasi (Analisa Hexagon) yang meliputi :
1. Kerangka umum yang kondusif bagi inovasi dan bisnis.
2. Kelembagaan dan daya dukung iptek/litbangyasa serta kemampuan absorpsi industri, khususnya UMKM.
3. Kolaborasi bagi inovasi dan difusi inovasi.
4. Budaya inovasi.
5. Keterpaduan pemajuan sistem inovasi dan klaster industri daerah dan nasional.
6. Keselarasan dengan perkembangan global.

Analisis kondisi Sistem Inovasi Daerah saat ini berdasarkan kerangka kebijakan inovasi di atas dapat didekati melalui indikator-indikator yang dimiliki setiap kerangka kebijakan inovasi. Kondisi Sistem Inovasi Daerah yang telah dicapai hingga saat ini akan menjadi baseline bagi kondisi Sistem Inovasi Daerah yang ingin dicapai dalam beberapa tahun ke depan. Karena pentingnya peranan kondisi Sistem Inovasi Daerah yang telah dicapai hingga saat ini, maka analisis didasarkan pada data yang akurat dan terkini.

Tujuan Penguatan Sistem Inovasi Daerah
1) Meningkatkan daya saing daerah berbasis perekonomian masyarakat dan kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan potensi sumberdaya lokal.
2) Mengembangkan industri dan perdaganganberbasis pertanian (agroindustri).
3) Membentuk jejaring pengembangan agroindustri dalam rangka pengembangan ekonomi lokal masyarakat
4) Menumbuhkan budaya inovasi masyarakat dalam pengembangan agroindustri yang mampu menghadapi persaingan dan tantangan global.

Sasaran Penguatan Sistem Inovasi Daerah
1) Meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah dengan penggerak utama subsektor industri pertanian (agroindustri)
2) Berkembangnya agroindustri yang ramah lingkungan dan berbahan baku utama sumberdaya lokal.
3) Meningkatnya sinergi antara industri dan perdagangan yang berbasis pertanian (agroindustri)
4) Terbentuknya jejaring dalam pengembangan agroindustri yang mampu meningkatkan bpendapatan masyarakat
5) Terwujudnya masyarakat yang produktif, kreatif, inovatif, tangguh, dan mampu bekerjasama membangun jejaring dalam menghadapi persaingan dan tantangan global

Strategi Penguatan Sistem Inovasi Daerah
a. Penguatan sistem inovasi daerah berbasis agroindustri.
Strategi ini dimaksudkan untuk memperkuat pilar-pilar bagi penumbuhkembangan kreativitas-keinovasian pada sektor pertanian dan industri (agroindustri) dengan penggerak utama komoditas karet dan kelapa sawit.
b. Pengembangan klaster industri berbasis pertanian (agroindustri)
Strategi ini bertujuan untuk mengembangkan potensi daerah yang menjadi penggerak utama masyarakat yakni komoditas karet dan kelapa sawit sebagai sebuah sistem agroindustri. Pengembangan kluster ini akan mendorong sektor perdagangan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Di sisi lain, pengembangan kluster agroindustri ini juga dapat mendorong kelestarian lingkungan.
c. Pengembangan jaringan inovasi agroindustri berbasis komoditas karet dan kelapa sawit
Strategi ini sebagai wahana untuk membangun keterkaitan dan kemitraan antar aktor, serta mendinamisasikan aliran pengetahuan, inovasi, difusi dan pembelajaran, sehingga mampu mendorong perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
d. Pengembangan teknoprener
Strategi ini sebagai wahana modernisasi bisnis/ekonomi dan sosial, serta pengembangan budaya inovasi sehingga mampu membentuk karakter masyarakat yang produktif, kreatif, inovatif, tangguh, dan mampu bekerjasama membangun jejaring dalam menghadapi persaingan dan tantangan global

Arah Kebijakan Penguatan Sistem Inovasi Daerah
Penguatan sistem inovasi daerah berbasis agroindustri
a. Pengembangan penelitian agroindustri pada komoditas karet dan kelapa sawit, terutama menyangkut industri pengolahan hasil untuk skala UKM
b. Memfasilitasi pemberdayaan pelaku usaha gunapeningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
c. Mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya alam (perkebunan karet dan kelapa sawit) secara berkelanjutan

Pengembangan klaster industri berbasis pertanian (agroindustri)
a. Mengoptimalkan penataan ruang, terutama bagi pengembangan komoditas karet dan kelapa sawit
b. Menumbuhkan sinergi dalam perencanaan pengembangan industri pengolahan dan perdagangan berbasis sumberdaya lokal
c. Bantuan permodalan dan manajemen usaha bagi UKM yang mengembangkan agroindustri

Pengembangan jaringan inovasi agroindustri berbasis komoditas karet dan kelapa sawit
a. Membangun jejaring kerjasama antara perkebunan besar swasta (PBS), masyarakat pekebun dan pemerintah dalam pengembangan agroindustri karet dan kelapa sawit
b. Pemberdayaan UKM dalam sistem perdagangan produk agroindustri oleh perusahaan besar swasta.
c. Pembentukan sistem Bapak angkat antara UKM dan perusahaan besar swasta

Pengembangan teknoprener
a. Peningkatan difusi inovasi hasil iptek dalam pengembangan agroindustri karet dan kepala sawit
b. pengembangan dan penguatan budaya inovatif, kreatif dan produktif dalam pengembangan agroindustri karet dan kelapa sawit
c. peningkatan kepedulian terhadap isu-isu global yang relevan dengan pengembangan agroindustri karet dan kelapa sawit

Fokus Penguatan Sistem Inovasi Daerah
1. Fokus penguatan sistem inovasi daerah berbasis agroindustri antara lain mencakup :
– Pengembangan basis data (indikator penting) inovasi dan bisnis usaha agroindustri karet dan kelapa sawit.
– peningkatan keberdayaan masyarakat dalam mengembangkan inovasi dan bisnis
– Pengembangan infrastruktur dasar inovasi dan bisnis.
2. Fokus pengembangan klaster industri berbasis pertanian (agroindustri)antara lain:
– Implementasi peraturan tata ruang
– penetapan kluster agroindustri berdasarkan potensi sumberdaya lokal
– peningkatan kemampuan akses masyarakat terhadap sumber permodalan oleh perbankan
3. Fokus pengembangan jaringan inovasi agroindustri berbasis komoditas karet dan kelapa sawit, antara lain:
– Pengembangan/penguatan kelembagaan kolaborasi antara UKM dan PBS serta pemerintah.
– Peningkatan difusi inovasi dan hasil litbang baik dari pemerintah maupun PBS.
– Pengembangan/penguatan pelayanan berbasis teknologi dalam jaringan kerjasama yang telah terbentuk.
4. Fokus dalam pengembangan teknoprener antara lain mencakup :
– Pengembangan/penguatan budaya inovasi melalui jalur pendidikan dan pelatihan inovasi.
– Penguatan kohesi sosial.
– Pengembangan apresiasi dan kampanye inovasi.
– Penciptaan usaha baru yang inovatif serta berwawasan global.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s